Waspada, 8 Penyakit Ini Disebabkan Oleh Interaksi dengan Hewan

[Klikindonews.com], Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dikenal sebagai zoonosis. Di dunia ini, enam dari 10 penyakit menular yang menjangkit masyarakat global, sebenarnya ditransfer dari binatang, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Penyakit zoonosis biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan hewan atau kotoran hewan, meskipun beberapa di antaranya juga bersumber dari konsumsi produk makanan yang terkontaminasi.

Lalu, apa saja jenis penyakit tersebut? INSIDER, yang dikutip dari Science Alert, berkonsultasi dengan para ahli medis untuk mengidentifikasi 8 penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan bagaimana kita harus melindungi diri sendiri.

1. Demam Kucing

Infeksi Bartonella, juga dikenal sebagai demam kucing, disebabkan oleh bakteri bernama Bartonella henselae. Biasanya ditularkan dari kucing ke manusia melalui gigitan atau cakaran kuku kucing.

Salah satu tanda pertama dari infeksi ini mungkin berupa keropeng atau pustula (gelembung kulit yang berisi nanah) di tempat luka, tetapi gejala yang lebih serius dapat terjadi.

“Infeksi ini biasanya sembuh sendiri, tetapi dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening atau demam tanpa sumber yang jelas. Bagi mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu — terutama anak-anak kecil — penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius, menyebar ke aliran darah, saluran pencernaan, dan bahkan jantung,” kata spesialis penyakit menular Theresa Fiorito kepada INSIDER.

Bartonella paling sering terjadi pada anak kucing, terutama kucing liar. Sebagian besar cakaran kucing tidak menyebabkan infeksi, pengobatan sederhana cukup hanya dengan antibiotik.

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi mata, nyeri otot parah, atau pembengkakan otak dapat muncul.

2. Antraks

Meskipun antraks paling sering dikaitkan dengan bioterorisme (berkaitan dengan tindakan teroris yang memanfaatkan senjata biologis atau kimiawi), namun penyakit langka ini sebenarnya disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis dan dapat disebarkan oleh hewan peliharaan dan binatang liar.

Orang dapat terinfeksi oleh antraks jika mereka menghirup spora antraks, mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, atau bersentuhan dengan kulit hewan yang terkena.

Gejala dapat bervariasi berdasarkan cara seseorang terpapar, tetapi yang paling sering dijumpai adalah lepuh atau luka berwarna hitam, demam, sakit kepala, mual, nyeri tubuh, sesak napas, kebingungan, dan tenggorokan sakit ketika menelan makanan dan minuman.

Perawatan dilakukan dengan menggunakan antibiotik, antitoksin, atau keduanya, sebab antraks adalah penyakit serius yang bisa berakibat fatal.

Menurut keterangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sapi, domba, kambing, kijang, dan rusa adalah hewan yang bisa menjadi sumber antraks.

Mereka yang kerjaannya berkaitan dengan pemeliharaan hewan atau memproduksi produk hewani, paling berisiko terkena antraks, meskipun penularan penyakit ini masih sangat jarang ditemukan.

3. Virus Orf

“Orf biasanya hadir dengan pustula yang akhirnya berkembang menjadi sakit, biasanya di tangan. Diagnosis orf biasanya ditularkan lewat kambing, tetapi hal itu juga bisa terjadi setelah mengunjungi peternakan atau kebun binatang,” ujar dokter spesialis kulit Susan Bard kepada INSIDER.

Anda dapat menangkap atau mengelus hewan yang terinfeksi, meskipun virus juga dapat menyebar melalui gigitan atau peralatan yang dipakai untuk membersihkan kandang atau hewan tersebut.

Luka yang dihasilkan bisa terasa menyakitkan, tetapi biasanya sembuh sendiri dalam waktu sekitar enam minggu asalkan kebersihan tubuh dijaga, luka dalam kondisi kering, dan bebas dari infeksi bakteri.

Sebagai catatan, virus orf tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Meskipun dikatakan tidak berbahaya, namun beberapa penyakit zoonosis yang parah terkadang terlihat seperti orf, termasuk antraks.

4. Giardia

Giardia adalah parasit usus yang hidup dalam kotoran hewan atau manusia yang terinfeksi. Penyakit karena parasit ini dapat menyebar melalui kontak dengan apa pun yang telah terpapar pada limbah, termasuk air, es, tanah, dan peralatan rumah tangga.

“Hewan peliharaan dapat terjangkit giardia, menyebarkannya di rumah Anda setelah terinfeksi. Jika hewan peliharaan Anda memiliki gejala diare, perut yang keroncongan terus menerus walaupun sudah diberi makan, atau muntah, Anda perlu mengunjungi dokter hewan untuk memastikan diagnosis,” kata dokter hewan Jim D. Carlson kepada INSIDER.

Pada manusia, giardia dapat menyebabkan diare, kentut bau busuk, tinja berminyak yang mengambang, mual, dan sakit perut hebat. Anak-anak dan wanita hamil yang terinfeksi giardia sangat rentan terhadap dehidrasi parah.

Gejala umumnya berlangsung antara dua hingga enam minggu dan dapat sampai tiga minggu setelah infeksi. Infeksi ini umumnya diobati dengan obat resep dari dokter.

Carlson menyarankan agar lantai, perabot, mainan, dan tempat tidur, semua harus dibersihkan secara menyeluruh setelah kontak dengan hewan peliharaan yang terinfeksi.

5. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis kadang-kadang sulit dibedakan dengan Bartonella, tetapi meskipun kedua kondisi ini disebarkan oleh kucing, dua penyakit tersebut disebabkan oleh berbagai organisme.

Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii dan dapat tertular melalui kontak dengan kotoran atau urin kucing yang terinfeksi. Parasit tidak dapat melewati kulit yang utuh, sehingga infeksi biasanya terjadi melalui mulut atau luka terbuka.

“Penyakit ini umumnya cukup ringan, tetapi bisa serius pada individu yang sedang hamil, menjalani kemoterapi, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejalanya dapat meliputi kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan demam yang dapat berlangsung lebih dari sebulan,” kata dokter spesialis penyakit, Nidhi Ghildayal, kepada INSIDER.

Pada orang sehat, sebagian besar kasus sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan, tanpa pengobatan. Namun, kasus toksoplasmosis yang parah dapat menyebabkan kerusakan pada otak, mata, atau organ lain.

Penyakit ini juga dapat aktif kembali setelah bertahun-tahun sembuh dari infeksi awal.

Untuk mencegah toksoplasmosis, Carlson mengatakan kepada INSIDER bahwa pemilik kucing harus menjaga kebersihan kotak kotoran, selalu menggunakan sarung tangan dan bahan pembersih.

Tanah di lingkungan rumah juga dapat terinfeksi, jadi gunakan sarung tangan jika Anda berkebun di area yang sering dikunjungi kucing.

6. Granuloma Tangki Ikan

Granuloma tangki ikan adalah infeksi kulit langka yang biasanya menimpa orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan ikan, menurut American Osteopathic College of Dermatology.

“Granuloma tangki ikan disebabkan oleh Mycobacterium marinum. Biasanya muncul sebagai lesi merah bengkak pada kulit orang yang kerap menangani ikan tropis atau membersihkan tangki ikan,” kata Bard.

Staf toko hewan peliharaan, pekerja akuarium, atau orang yang bekerja dengan kerang mentah, adalah mereka yang sangat berisiko terdampak, meskipun siapa pun yang bersentuhan dengan ikan tropis atau tangki hewan air ini dapat terkena.

Tempat yang paling umum terjangkit adalah punggung tangan, di mana luka yang menyakitkan dapat berkembang. Granuloma tangki ikan bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik jangka panjang, meskipun butuh waktu hingga dua tahun untuk sepenuhnya pulih.

Untuk mencegah tertular granuloma tangki ikan, kenakan sarung tangan kedap air saat menangani ikan dan kerang mentah atau membersihkan tangki ikan, dan batasi paparan Anda terhadap genangan air yang tidak diklorinasi.

7. Demam Burung Beo

Psittacosis, juga dikenal sebagai demam burung beo, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia psittaci.

“Psittacosis dapat menyebar ketika individu menghirup cairan pernapasan atau feses dari burung beo, merpati, macaw, parkit, dan burung lain yang membawa infeksi bakteri itu. Burung mungkin tidak menunjukkan gejala, sehingga penyakit ini sulit dideteksi,” kata Ghildayal.

Psittacosis dapat menyebabkan demam, sakit kepala, dan batuk kering pada manusia. Walaupun infeksinya jarang sampai ke level serius dan biasanya dapat dengan mudah diobati dengan antibiotik, namun penyakit karena bakteri tersebut dapat menyebabkan pneumonia (radang paru-paru) pada beberapa orang.

Jaga kandang burung peliharaan Anda sebersih mungkin, pastikan kotoran dan limbah lainnya tidak melewati sela kandang untuk membantu mencegah Psittacosis. Anda juga harus mengenakan sarung tangan dan masker saat menangani burung dan kandang.

8. Kurap

Dr. Bard mengatakan kepada INSIDER bahwa salah satu infeksi kulit zoonosis yang paling umum adalah kurap atau ringworm. Terlepas dari namanya, kurap sebenarnya adalah infeksi jamur dan biasanya ditularkan dari kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya.

Bentuk lukanya berupa ruam melingkar yang khas seperti cincin, yang biasanya gatal dan merah.

“Strain kurap zoonosis cenderung lebih bersifat inflamasi daripada strain lainnya. Mudah diobati dengan antijamur topikal atau oral,” kata Bard.

Kurap dapat hidup dari barang-barang rumah tangga seperti tempat tidur, perabot, dan pakaian. Meskipun Anda bisa tertular dari binatang, namun jamur tersebut juga bisa disebarkan dari orang ke orang. Selalu cuci tangan setelah memegang hewan.

 

 

 

sumber : liputan6.com