8 Alasan ke Kyoto, Kota Minim Papan Iklan di Jepang

[Klikindonews.com], pemerintah kota Kyoto sangat tegas terhadap perlindungan sejarah dan budaya di kawasannya.

Pada tahun 2007, pemerintah setempat membuat aturan resmi terkait tinggi bangunan dan papan iklan di ruang publik.

Bangunan bertingkat tidak boleh memiliki tinggi lebih dari 15 meter. Papan iklan tak boleh dibuat dengan warna dan cahaya terlalu mencolok.

Pemerintah kota Kyoto ingin kawasannya tetap berpemandangan layaknya Kyoto yang apa adanya tanpa tergerus perkembangan zaman.

Kyoto bisa dikunjungi dari Tokyo dengan menggunakan kereta cepat shinkansen selama sekitar 2 jam.

Berikut ini sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan turis sesampainya di Kyoto:

1. Mengunjungi kuil bersejarah

Kyoto merupakan rumah bagi 1.600 kuil Buddha dengan beragam sejarah. Sejumlah kuil bahkan masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kawasan Higashiyama menjadi lokasi kuil tertua, Kiyomizu-dera.

Sementara itu tempat religius lainnya ialah Fushimi Inari Taisha, Heian Jingu, dan Yasaka Jinja.

Selain bersejarah, tempat-tempat tersebut juga memiliki pemandangan indah.

8 Alasan ke Kyoto, Kota Tanpa Papan Iklan di Jepang
Fushimi Inari Taisha. (Istockphoto/jimmyan)

2. Kastel samurai

Kyoto juga memiliki sejarah samurai, salah satunya bisa dinikmati di Kastel Nijo.

Di sini turis bisa mempelajari sejarah Tokugawa Shoguns yang memerintah Jepang selama 250 tahun.

8 Alasan ke Kyoto, Kota Tanpa Papan Iklan di Jepang
Kastel Nijo. (Istockphoto/coward_lion)

3. Taman ‘zen’

Berbeda dengan taman-taman di Eropa dan Amerika, taman-taman di Jepang, khususnya Kyoto, memiliki arsitektur yang minimalis namun sarat makna. Keseimbangan antara kedamaian dan keduniawian menjadi konsep utama taman-taman tersebut.

Duduk menyepi di taman menjadi kegiatan paling tepat saat ke Kyoto. Taman-taman yang cocok didatangi ialah taman Kuil Ryoan-ji, Ginkaku-ji, Saiho-ji, Heian Jingu, dan Tenryu-ji.

8 Alasan ke Kyoto, Kota Tanpa Papan Iklan di Jepang
Kuil Ryoan-ji. (Istockphoto/SeanPavonePhoto)

4. Geisha dan maiko

Budaya geisha dan dialek maiko lahir di Kyoto. Budaya dan dialek ini sangat kental terasa di kawasan Hanami-koji dan Pontocho.

5. Ryokan dan machiya

Jangan kaget saat melihat “Jepang di masa lalu” saat berada di Kyoto, karena sebagian besar bangunan di sini berupa ryokan atau machiya, bangunan tradisional khas Jepang.

Ryokan dan machiya di sini juga banyak yang beroperasi sebagai tempat penginapan.

6. Matcha dan sake

Penggemar menu dari teh hijau (matcha) atau sake pasti sangat senang diajak berwisata kuliner di Kyoto. Pasalnya ada banyak tempat makan yang menyediakan kedua menu tersebut di sini.

Kawasan Fushimi menjadi lokasi paling pas bagi turis yang ingin wisata sake, mulai dari yang diolah secara tradisional sampai modern.

7. Konservasi monyet

Taman Monyet Arashiyama merupakan tempat konservasi ratusan monyet liat berpantat merah di Kyoto.

Perlu diingat bahwa tempat ini membutuhkan pendakian untuk dijelajahi. Jangan berada terlalu dekat dengan monyet-monyet jika tak ingin diusili mereka.

8. Museum manga

Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi di Kyoto ialah Museum Manga Internasional Kyoto.

Ini merupakan museum komik terbesar di Jepang. Sekitar 300 ribu judul komik bisa dijumpai di sini.

Turis juga bisa mengenal sejarah pembuatan manga dari yang jadul sampai yang kekinian.

 

 

 

sumber : cnnindonesia.com