Pemerintah Bakal Impor Daging Sapi 50.000 Ton dari Brasil

[Klikindonews.com],  Pemerintah bakal membuka keran impor daging sapi sebesar 50 ribu ton dari Brasil hingga akhir tahun ini. Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan mengatakan, tujuan impor daging sapi dari Brazil untuk membuat harga daging sapi dalam negeri menjadi lebih kompetitif.

“Untuk lebih apa di sini pasar lebih sempurna lagi persaingan karena ada daging yang lebih kompetitif,” kata dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).

Dia pun menegaskan impor daging sapi tidak ada kaitannya dengan kalahnya Indonesia di WTO dalam sengketa impor ayam yang juga berasal dari negeri samba itu. “Bukan (karena kalah di WTO). Bukan karena itu. Beda. Itu kan ayam,” tegas dia.

Pemerintah, kata dia, akan memastikan bahwa daging sapi yang masuk dari Brasil benar-benar aman dikonsumsi. Artinya terbebas dari penyakit. Untuk itu, tambah Oke, Kementerian Pertanian akan mengirimkan tim dari Ditjen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) untuk melakukan pengecekan.

“Itu Kesmavet ke sana. Kasmavet akan dipastikan bahwa yang bisa itu adalah yang bebas penyakit. Ada daftarnya nanti,” kata dia.

“Nanti mekanismenya setelah Kesmavet ke sana, udah sample jadi udah ada daftarnya. Jadi di kementerian pertanian, di Kesmavet-nya sudah ada daftar siapa yang bisa. Sudah dipastikan,” imbuhnya.

Mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri ini pun mengatakan, saat ini izin impor belum dikeluarkan walaupun sudah diputuskan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Belum keluar. Sudah rakortas tapi kan belum dikeluarkan karena mekanismenya oleh BUMN itu ada penugasan kita sudah kirim surat untuk penugasan. Nanti akan ada penugasan. Setelah penugasan ada mekanisme itunya,” tandasnya.

Diketahui, impor daging sapi akan dilaksanakan oleh tiga badan usaha milik negara (BUMN) yakni Perum Bulog sejumlah 30 ribu ton, PT Berdikari sejumlah 10 ribu ton, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejumlah 10 ribu ton.

 

 

sumber : merdeka.com