Larangan Terbang Bikin Saham Boeing Kian Amblas

[Klikindonews.com], Saham Boeing terpukul lagi pada Selasa ketika sejumlah negara mengeluarkan larangan terbang bagi pesawat jenis 737 MAX 8, menanggapi kecelakaan mematikan di Ethiopia. Kapitalisasi pasar produsen AS tersebut sudah turun mencapai US$25 miliar.

Inggris dan Uni Eropa bergabung dengan China, Malaysia, Singapura, Australia dan negara-negara lain melarang penerbangan pesawat 737 MAX. Kondisi ini memberikan tekanan pada kinerja saham Boeing.

Saham Boeing turun 6,15 persen menjadi US$375,41 pada penutupan perdagangan Selasa (12/3) waktu setempat, menambah penurunan 5 persen pada hari Senin. Kondisi ini menempatkannya di jalur penurunan persentase dua hari terbesar sejak Juni 2009.

Southwest Airlines Co dan American Airlines Group Inc, yang menurut para analis merupakan salah satu maskapai penerbangan AS paling terpapar pada model pesawat Boeing yang dipermasalahkan mengalami penurunan saham hingga 2 persen.

Saham Boeing telah memberikan pengembalian total, termasuk dividen yang diinvestasikan kembali hampir empat kali kinerja indeks penuh sejak saham AS mulai rebound dari krisis keuangan 2007-2009.

DZ Bank menjadi broker pertama dalam hampir dua tahun yang menempatkan peringkat “jual” pada saham Boeing dan menetapkan target harga US$ 333, terendah di Wall Street.

Pialang Edward Jones juga menurunkan peringkat saham Boeing menjadi”menahan” dari “membeli”, dengan mengatakan kecelakaan dapat mengakibatkan biaya tambahan, beberapa keterlambatan pesanan dan menekan hasil keuangan.

Pesawat satu lorong tipe 737 merupakan pesawat komersial paling laku di dunia dan sebenarnya merupakan masa depan Boeing. Sementara tipe MAX adalah jet dengan penjualan tercepat dalam sejarah perusahaan dengan lebih dari 5.000 pesanan dan telah menerima uang muka sebesar US$500 miliar.

Amerika Serikat akan mengamanatkan bahwa Boeing menerapkan perubahan desain pada bulan April, tetapi mengatakan pesawat itu layak terbang. Boeing juga memberikan pembelaan, mengatakan memiliki “kepercayaan penuh pada keselamatan Max.”

Para pakar keselamatan mengatakan masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang apa yang menyebabkan kecelakaan hari Minggu dan perekam kotak hitam belum menghasilkan penyebabnya.

 

 

 

sumber : cnnindonesia.com