Buwas ‘Pede’ Bulog Supermall Matikan Mafia Pangan

[Klikindonews.com], Perum Bulog meluncurkan Supermall Pangan, toko digital yang bisa diakses melalui e-Commerce untuk memudahkan masyarakat mengakses bahan pangan. Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkap kehadiran aplikasi tersebut diharapkan bisa menghalangi aksi para mafia pangan.

“Kalau sudah di seluruh Indonesia ini terbangun (warehouse), maka tidak ada lagi yang bisa mempermainkan pangan, terutama beras. Mafia pangan itu akan mati dengan sendirinya. Dengan sistem ini terbangun, maka tidak ada lagi kesempatan untuk mafia pangan,” ungkapnya.

Buwas pun menambahkan transparansi data yang dapat diakses cepat membuat masyarakat bebas melihat harga dan mengajukan komplain apabila pesanan tidak sesuai yang diinginkan.

“Sekarang masyarakat bisa mengecek harga. Apabila ada kesalahan kualitas, mereka bisa langsung komplain, pasti akan segera kita tangani,” tuturnya.

Perum Bulog resmi meluncurkan supermall berbasis digital yang menjual kebutuhan pangan. Toko digital bernama PangananDotCom ini bisa diakses melalui platform e-Commerce Shopee.

Masyarakat bisa memesan bahan-bahan pangan via online dan terhubung dengan distributor gudang-gudang PangananDotCom terdekat.

“Ini tahap pertama Jakarta. Nanti akan tambah ke enam wilayah. Setelah itu seluruh Indonesia,” kata Buwas.

Menurut Buwas, Perum Bulog akan membuka warehouse di enam kota, yakni Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Jabodetabek.

Sementara warehouse Jabodetabek akan mulai dioperasikan pada 2 Januari 2020. Pada Juni 2020, layanan PangananDotCom akan diperluas di seluruh Pulau Jawa, dan pada Desember 2020 ditargetkan ke seluruh Indonesia.

“Jadi kalau minyak Pertamina aja sudah bisa satu harga, pangan, beras, juga bisa satu harga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, President Director PT Istoreisend Elogistic Indonesia Rudy Tanoesoedibjo mengatakan peran online sangat penting di zaman industri 4.0. Menurutnya, Bulog mengambil langkah yang tepat dengan memasuki ranah online.

“Online mungkin tidak disadari mengambil peran dari offline. Ada 3 juta transaksi setiap harinya di eCommerce. Dikunjungi 12 sampai 14 juta pengunjung. Kalau gak kesana (online), kita akan mati,” kata Rudy.

Toko digital PangananDotCom itu lahir dari kolaborasi serta kerja sama antara Perum Bulog, PT Istoreisend Elogistic Indonesia, PT JNE, dan PT Shopee International Indonesia untuk memangkas harga pangan serta waktu kirim yang mahal di Indonesia.

Buwas mengatakan PangananDotCom diharapkan akan menjadi king market (raja pasar) bahan pangan online yang terbesar di seluruh Indonesia. Pasalnya, masyarakat dapat mendapatkan bahan pangan dengan mudah dengan biaya pengiriman yang murah nantinya.

 

 

sumber : cnnindonesia.com