Israel Bisa Dihujani Ribuan Roket jika Perang Lawan Iran

[Klikindonews.com], — Israel diyakini bisa dihantam lebih dari seribu roket setiap hari jika berperang melawan Iran dan Hizbullah. Jika itu terjadi, maka Israel bakal menjadi medan pertempuran yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Prediksi tersebut disampaikan oleh mantan perwira senior Angkatan Udara Israel.

“Ini ancaman parah bagi tanah air kami, akan ada gambar yang belum pernah terlihat di masa lalu,” kata mantan perwira yang tidak disebutkan namanya itu kepada The Jerusalem Post, Selasa (3/11).

Sumber tersebut mengatakan rentetan roket dan peluru kendali yang ditembakkan ke Israel bakal mengincar target infrastruktur.

Jika benar terjadi perang, dia memprediksi akan ada banyak serangan yang diluncurkan Iran dan Hizbullah. Dan kemungkinan kerusakan yang ditimbulkan akan lebih besar daripada masa lalu.

Dia meyakini ini merupakan ancaman nyata. Karena itu, dia mengingatkan semua pihak untuk bersiap.

“Kita semua harus bersiap untuk hari berikutnya, yang akan berbeda dalam hal apa yang kita lihat, tetapi Israel tidak akan lenyap. Kita harus melindungi kehidupan.”

Baru-baru ini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menuduh Iran merencanakan serangan terhadap negara Yahudi itu. Kata dia, Israel akan melakukan segala cara untuk mencegah serangan Iran.

Dia menegaskan bahwa Israel juga akan menggagalkan upaya pemindahan senjata mematikan dari Iran ke Suriah, baik melalui udara atau darat.

Iran memang memiliki kekuatan yang tak tertandingi di Timur Tengah. Bahkan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyatakan Iran berhasil mengembangkan sistem senjata peluru kendali yang paling besar dari yang dimiliki negara Timur Tengah lainnya, termasuk Israel.

Pentagon menuturkan pengembangan alat utama sistem pertahanan itu berlangsung meski selama ini Teheran terikat oleh serangkaian sanksi internasional.

Penelitian Pentagon itu juga mengungkap bahwa Iran menganggap sistem rudal sebagai kebutuhan strategis negara lantaran keterbatasan kapabilitas angkatan udaranya.

Laporan itu juga memaparkan bahwa Iran telah mengembangkan sejumlah rudal yang dapat mencapai target hingga jarak 2.000 kilometer. Rudal-rudal itu bisa mencapai Israel atau Arab Saudi.

 

 

sumber : cnnindonesia.com