Pindahkan Pabrik dan PHK 15.000 Pekerja, Donald Trump Kecam GM

[Klikindonews.com] WASHINGTON,  – Langkah General Motors (GM) yang memindahkan pabrik ke luar Amerika Serikat (AS) dan memangkas 15.000 karyawan membuat Presiden AS Donald Trump geram. Apa yang akan dilakukan Trump?

Dilansir dari Carscoops, Minggu (23/12/2018), bukan rahasia lagi hubungan Donald Trump dan General Motors tidak baik. Keputusan GM menghentikan empat pabrik di AS mulai 2019 dan memotong 15.000 pekerjaan tidak cocok dengan kebijakan Gedung Putih.

Saat mengumumkan restrukturisasi pada akhir November 2018, GM mengatakan akan menginvestasikan dua kali lebih banyak uang pada kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan teknologi self-driving. GM juga menyatakan akan meluncurkan 20 kendaraan listrik baru pada 2023.

Trump menilai langkah tersebut salah. Dalam wawancara dengan Fox News pekan lalu, Presiden AS mengatakan, keputusan GM mengalihkan sebagian besar fokusnya ke EV tidak akan berhasil.

Trump mengancam akan mencabut kredit pajak EV, dan menegaskan kembali kekecewaannya atas PHK dan penutupan pabrik di AS. “Memberi tahu saya beberapa minggu sebelum Natal, pabrik akan ditutup di Ohio dan Michigan – tidak dapat diterima oleh saya,” katanya.

Dia menambahkan kesepakatan perdagangan baru dengan Meksiko dan Kanada membuatnya sangat tidak nyaman terkait membangun kendaraan di luar AS. “Saya tidak suka General Motors melakukan itu … General Motors tidak akan diperlakukan dengan baik,” kata Trump tanpa memberikan rincian.

Meskipun ditandatangani pada 30 November lalu, kesepakatan perdagangan baru belum disetujui Kongres AS. Berdasarkan perjanjian tersebut, persentase kendaraan yang signifikan harus dibangun oleh pekerja dengan penghasilan minimal 16 dolar AS per jam.

 

 

Sumber : inews.id