Peneliti Ungkap Benda Misterius yang Ditemukan di Antartika

[Klikindonews.com], – Para ilmuan akhirnya berhasil menjelaskan benda misterius yang ditemukan di Antartika pada 2011 lalu. Benda seukuran bola sepak yang ditemukan oleh ilmuan Chile itu, disebut-sebut sebagai telur bercangkang lunak dari spesies kuno.

“Sangat jarang menemukan fosil telur bercangkang lunak yang terawetkan dengan baik,” kata ilmuan utama dari University of Texas di Austin, Lucas Legendre seperti dikutip science alert, Kamis (18/6).

Menurut para peneliti, telur bercangkang lunak itu merupakan fosil yang berusia 68 juta tahun. Berdasarkan pemaparan, telur itu kemungkinan besar berasal dari jenis ular laut atau kadal yang kini telah punah.

Menurut Legendre, temuan itu mengakhiri berbagai spekulasi mengenai fosil tersebut. Namun demikian, dari hasil yang ada, ia sebut bisa mengubah pemikiran tentang kehidupan makhluk laut di era ini.

“Telur ini merupakan telur bercangkang lunak terbesar yang pernah ditemukan sejauh ini. Kami tidak tahu bahwa telur ini dapat mencapai ukuran yang sangat besar,” kata dia.

Dia menjelaskan, berdasarkan hipotesis yang paling jelas mengingat ukuran dan penampilannya, tak ada kerangka untuk mengkonfirmasi itu temuan besar pada awalnya. Terlebih, di awal penemuan, fosil memiliki struktur berlapis mirip dengan membran lunak, dan lapisan luar keras yang jauh lebih tipis.

“Ini juga dikonfirmasi oleh analisis kimia, yang menunjukkan bahwa kulit telur berbeda dari endapan di sekitarnya, dan pada awalnya merupakan jaringan hidup,” ungkap dia.

Namun demikian, setelah setidaknya satu dekade, hasil temuan itu berhasil menguraikan berbagai pendapat. Utamanya, berasal dari mana benda tersebut.

Dia menambahkan, seluruh tim sejak awal percaya bahwa benda yang dimaksud bukan berasal dari dinosaurus. Sebab, jenis yang hidup di Antartika saat itu mayoritas terlalu kecil untuk menghasilkan telur raksasa dan tidak berbentuk bulat, melainkan oval.

Sebaliknya mereka percaya itu berasal dari semacam reptil, mungkin kelompok yang dikenal sebagai mosasaurs, yang umum di wilayah tersebut.

 

 

sumber : republika.co.id