6 Polisi Terluka Dalam Kerusuhan di Mandailing Natal

[Klikindonews.com], – Enam personel Polres Madina mengalami luka-luka akibat kerusuhan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

“Ada enam anggota Polri yang terluka saat mengamankan aksi unjuk rasa itu. Keenamnya saat ini sudah ditangani oleh pihak medis,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (30/6) dini hari.

Tatan menyebutkan, ke-6 personel polisi tersebut masing-masing AKP J Hutajulu mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan, kemudian Aipda AB Siagian mengalami luka memar di kaki akibat lemparan batu.

Selanjutnya, Bripda WA Putra terkilir bahu kiri, lalu Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri.

“Kemudian, Briptu M Arif dan Bripka H Sitorus mengalami luka memar di bagian kepala,” ujarnya.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin (29/6).

Kerusuhan ini disebabkan adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu yang berasal dari dana desa.

Mobil Wakapolres Dibakar

Protes terhadap pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di salah satu desa di Mandailing Natal (Madina), Sumut, memantik kerusuhan. Sejumlah kendaraan roda dua dan dua mobil, termasuk yang dikendarai Wakapolres Madina, dibakar.

“Selain kendaraan yang dibakar, ada 6 personel kepolisian yang terluka,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Insiden ini terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, Senin (29/6). Peristiwa berawal dari unjuk rasa warga yang kembali memblokade Jalan Lintas Sumatera Madina-Padang Sidempuan dengan cara membakar ban bekas di tengah jalan. Mereka memprotes ketidaktransparanan pembagian BLT dampak Covid-19 dan pengolaan dana desa 2018 hingga 2020.

Warga menyatakan tidak percaya kepada sang kepala desa, HH, dan memintanya untuk mundur dari jabatan. Namun bupati belum memberhentikan sang kepala desa. Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan warga bertindak anarkistis.

“Menjelang pukul 18.00 Wib, kan Hasur mengundurkan diri, tapi masyarakat bersikap anarkistis. Mereka melempari petugas kepolisian. Ada dua mobil yang rusak, termasuk mobil wakapolres dan beberapa sepeda motor dibakar,” sebut Tatan.

Dia mengatakan, pihaknya masih berupaya melakukan upaya persuasif dan humanis. Mereka mengimbau masyarakat segera pulang. Kapolres Madina masih melakukan negosiasi dengan warga yang masih memblokade jalan.

Untuk mengatasi situasi, 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Sat Brimob Polda Sumut dikerahkan ke Madina. Danyon C Pelopor, Kompol Buala Zega, memaparkan, personel Sat Brimob itu dikerahkan ke lokasi sejak pukul 18.00 Wib. Mereka didukung 1 unit kendaraan Ranjabyon dan 3 unit Randis R6. Selain itu para personel yang turun juga dilengkapi perlengkapan untuk penindakan huru hara.

 

 

sumber : merdeka.com