JS Izumo, Kapal Induk Siaga Perang Jepang dan China

[Klikindonews.com], — Jepang dikabarkan tengah melakukan modernisasi kekuatan militernya, salah satunya kapal perang JS Izumo. Langkah itu dilakukan sebagai respon atas modernisasi angkatan bersenjata China.

JS Izumo yang semula merupakan kapal pembawa helikopter sedang dalam tahap modifikasi agar dapat menjadi kapal induk untuk mengoperasikan STOVL (Short TakeOff/Pendaratan Vertikal) pesawat tempur siluman F-35B.

Melansir Naval Technology, Rabu (1/7), JS Izumo merupakan kapal besar permukaan yang dibangun oleh Japan Marine United Corporation dan dioperasikan oleh Japanese Maritime Self Defence Force (JMSDF) sejak 2015. Kapal perusak Kelas Izumo menggantikan kapal perusak kelas Hyuga, yang ditugaskan pada Maret 2008.

JS Izumo dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai antikapal selam, operasi komando dan kontrol, bantuan kemanusiaan dan operasi bantuan bencana, serta untuk melindungi wilayah Jepang di Laut China Timur.

Pembangunan kapal JS Izumo dimulai pada 2011 di galangan kapal Yokohama dan selesai pada Januari 2012. Kapal baru diluncurkan pada Agustus 2013 dan ditugaskan di pelabuhan Yokosuka di Jepang pada Maret 2015. Investasi pada kapal itu mencapai sekitar 120 miliar yen atau US$1,01 miliar.

Dari segi bentuk, JS Izumo memiliki panjang 248 meter. Bobot kosong kapal itu mencapai 19.500 ton dan bisa mencapai 27.000 ton saat terisi penuh.

JS Izumo dapat mengangkut 970 awak dan pasukan, serta sembilan helikopter yang terdiri dari tujuh helikopter anti-kapal selam (ASW) dan dua helikopter pencarian dan penyelamatan (SAR).

Kapal ini memiliki dek penerbangan luas yang dapat menampung lima helikopter saat lepas landas dan mendarat secara bersamaan. Kapal itu juga memiliki ruang yang dapat menampung 50 kendaraan.

Dari sisi teknologi, JS Izumo memiliki sensor dan sistem pemrosesan seperti sistem arah tempur OYQ-12, sistem kontrol kebakaran FCS-3, radar APSA OPS-50, radar pencarian permukaan OPS-28, dan bow sonar OQQ-23.

Meski berperan sebagai kapal pengangkut helikopter, JS Izumo juga dilengkapi dengan dua senjata Phalanx close-in weapon system (CIWS), dan dua peluncur SeaRAM CIWS. Kapal itu juga dilengkapi dengan warfare and decoy systems, seperti NOLQ-3D-1 EW suite, Mark 36 SRBOC, anti-torpedo mobile decoy (MOD), and floating acoustic jammer (FAJ).

JS Izumo diketahui menggunakan empat mesin turbin gas GE/IHI LM2500IEC, yang menghasilkan tenaga 112.000 hp (84.000 kW). Mereka dapat berlayar dengan kecepatan tertinggi lebih dari 30 knot (56 km/jam).

Melansir Military Factory, otoritas Jepang sengaja tidak mengklasifikasikan Izumo sebagai ‘kapal induk’ karena larangan yang dinyatakan dalam konstitusi nasional Jepang pasca-perang dan menjaga hubungan negara Pasifik. Sehingga klasifikasi formal ‘perusak helikopter’ digunakan sebagai gantinya.

Pemerintah Jepang menilai JS Izumo memiliki peran penting di tengah meningkatnya tensi di Laut Jepang, serta Laut China Timur dan Selatan. Bahkan, kapal perusak China yang membawa rudal jelajah telah terlihat di dekat ladang gas di Laut China Timur sejak 2013.

Selain dapat mengangkut 4.000 personel, JS Izumo memiliki kapasitas untuk menyediakan bahan bakar ke kapal perang Jepang lainnya ketika beroperasi di tengah lautan.

 

 

sumber : cnnindonesia.com