Fakta Kelelawar Seukuran Manusia yang Hebohkan Filipina

[Klikindonews.com], — Pada Juni lalu netizen di Twitter dihebohkan unggahan akun @AlexJoestar622 yang membagikan foto seekor kelelawar berukuran raksasa. Kelelawar yang dikatakan terlihat seperti seukuran manusia pada foto itu sedang tertidur di salah satu rumah warga.

Menurut keterangan foto, hewan itu diketahui asli Filipina yang disebut ‘The Giant Golden-crowned Flying Fox’ atau Kelelawar Mahkota Emas Raksasa.

Kelelawar raksasa ini punya nama lain Acerodon jubatus, salah satu spesies kelelawar terbesar di dunia dan masuk kategori famili megabats yang juga bisa ditemukan di beberapa bagian di Afrika, Asia, India, dan Oseania.

Spesies terbesar mencapai rentang sayap 1,7 m tetapi tubuh mereka cukup kecil, panjangnya hanya 30 cm.

Meski begitu tak sedikit yang meragukan kelelawar itu termasuk spesies Acerodon jubatus, melainkan dianggap masuk spesies Pteropus vampyrus yang memiliki ciri fisik khusus yaitu telinga panjang dan lancip serta wajah mirip rubah.

Di Filipina kelelawar raksasa merupakan spesies terancam punah karena habitatnya semakin terkikis dan banyak diburu manusia seperti dikutip Science Alert.

Acerodon Jubatus

Kelelawar jenis Acerodon jubatus atau The Giant Golden-crowned Flying Fox merupakan hewan asli dan endemik Filipina.

Acerodon jubatus biasanya ditemukan di wilayah Palawan, Pulau Batanes, dan Pulau Babuyan.

Acerodon jubatus merupakan makhluk noktrunal, artinya mereka mencari makan pada malam hari dan dapat terbang sangat jauh hingga 40 km saat mencari makanan.

Biasanya mereka berkumpul dalam koloni besar yang dapat menampung 150 ribu ekor ketika masuk musim buah-buahan. Mereka hidup berkelompok dan dapat dengan mudah melarikan diri dari pemangsa.

Dilansir Animalia, mereka juga bisa hidup berdampingan dengan kelelawar dari spesies lain. Spesies kelelawar Acerodon jubatus lebih menyukai buah dari pohon ara yaitu Ficus.

Acerodon jubatus diperkirakan memiliki dua musim kawin per tahun namun setiap kelelawar betina menghasilkan keturunan hanya sekali dalam setahun sekali dan siap mengandung pada usia dua tahun.

Kelelawar betina biasanya melahirkan pada bulan April – Juni dan hanya melahirkan satu ekor anak kelelawar.

Pteropus Vampyrus

Pteropus vampyrus pun salah satu spesies kelelawar terbesar. Mereka memiliki rambut yang panjang dan berbulu tebal.

Warna dan tekstur mantel sayap berbeda antara jenis kelamin dan kelas umur. Kelelawar jantan cenderung memiliki sayap yang sedikit lebih kaku dan tebal dibanding betina.

Sementara kelelawar yang belum dewasa hampir semuanya memiliki sayap berwarna abu-abu. Sedangkan yang sudah menginjak masa remaja ke dewasa biasanya memiliki sayap berwarna hitam pekat.

Rambut di kepala mereka berwarna mahoni merah atau oranye hingga kehitaman, sementara di area perut berwarna coklat atau hitam.

Pteropus vampyrus banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Semenanjung Melayu, Filipina bagian timur, Indonesia, dan Timor Leste.

Kelelawar ini biasanya hidup di hutan bakau dan kebun kelapa. Di wilayah Pulau Kalimantan, mereka menghuni daerah pantai tetapi dapat berpindah ke pulau-pulau terdekat yang menghasilkan banyak buah-buahan.

Pteropus vampyrus merupakan makhluk sosial yang memiliki ribuan koloni. Satu koloni bahkan tercatat berjumlah 2.000 ekor, ada pula yang melaporkan sampai 20 ribu ekor.

Mereka aktif pada malam hari dan dapat terbang sampai 50 km untuk mencari makanan.

Pteropus vampyrus adalah hewan herbivora, pemakan bunga, nektar, dan buah. Mereka juga mengkonsumsi serbuk sari.

Kelelawar ini bersifat poligini. Musim kawin bervariasi dan betina hanya melahirkan satu ekor anak kelelawar saja. Lalu masa kehamilan berlangsung sekitar 140-190 hari.

 

 

sumber : cnnindonesia.com