Pedagang Minta Anies Tetap Buka Pasar saat PSBB Total

[Klikindonews.com], — Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta Pemprov DKI Jakarta tak menutup pasar tradisional setelah memutuskan untuk memperketat kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, kata Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan penerapan PSBB masa transisi saja sudah cukup memberatkan pedagang.

“Ada penurunan omzet pedagang sekitar 60-70 persen di DKI Jakarta. Maka kami meminta pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pondasi perekonomian lokal. Sehingga kami bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com Jumat (11/9).

Belum lagi, lanjut Reynaldi temuan DPP IKAPPI ada sekitar 400 ribu pedagang pasar tradisional dan kaki lima di sekitar pasar ikut terdampak penurunan omzet dan terpaksa menutup usahanya.

“Ini adalah poin penting yang harus kami sampaikan sehingga upaya dan langkah dari pemerintah daerah lebih massif lebih nyata dan bisa dirasakan dampaknya oleh pedagang pasar di DKI Jakarta dan diseluruh Indonesia,” tutur Reynaldi.

DPP IKAPPI juga mendesak agar pemerintah tak membuat sistem zonasi untuk menentukan mana pasar yang bisa buka dan tidak seperti yang dilakukan pada PSBB tahap awal.

“Karena zonasi itulah justru membuat pedagang semakin sulit dan pendapatan pedagang jauh menurun,” jelasnya.

Reynaldi melanjutkan DPP IKAPPI juga mendorong kepada pemerintah daerah untuk memberikan stimulus kepada pedagang dalam rangka menjaga agar pasar tradisional tetapa bertahan.

“Kami juga mendorong agar penyemprotan desinfektan dilakukan berkala dan bertahap agar penularan atau penyebaran covid dipasar tradisional tidak terjadi selain itu seperti usulan sebelumnya,” imbuhnya.

Sementara kepada pengelola pasar, IKAPPI meminta PD Pasar Jaya menyiapkan sekat plastik agar komunikasi yang terjadi di pasar tradisional lebih aman.

“Sekat plastik hal ini sudah dilakukan di beberapa pasar di Indonesia dan hasilnya cukup efektif ini yang akan kita dorong untuk dilakukan di DKI Jakarta sehingga pedagang tetap bisa berjualan sebagaimana mestinya,” tutur Reynaldi.

Menurut data IKAPPI periode September ini peningkatan kasus covid-19 di pasar tradisional DKI Jakarta memang cukup tajam. Bahkan ditemukan ada yang meninggal dunia sejak beberapa bulan terakhir.

IKAPPI berpandangan roda perekonomian di daerah harus berputar dan pusat distribusi di pasar tradisional bisa terjaga dengan baik tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

“Data tersebut kami ambil pada Juni. Kami dapati kasus positif 321 kasus terjadi di 51 pasar dan 1 kasus meninggal,” jelasnya.

Dari data tersebut IKAPPI juga menyimpulkan bahwa peran pemerintah daerah terhadap perlindungan pasar tradisional masih minim. Meski demikian IKAPPI juga mengimbau pedagang melalui surat edaran pada 10 September agar tetap berdagang dan tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik.

“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berbelanja ke pasar tradisional, kami menggaransi bahwa pasar tradisional aman dari covid-19 jika kita bersama-sama menjaga dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik,” tandasnya.

 

 

sumber : cnnindonesia.com