Cuaca Ekstrem Bikin Harga Cabai Naik Hingga 12,6 Persen

[Klikindonews.com], – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, harga cabai mengalami kenaikan hingga 12,6 persen, karena cuaca ekstrem di beberapa sentra produksi seperti di Jawa Timur, serta harga bawang merah juga alami kenaikan. Kenaikan harga tersebut hanya cabai keriting dan cabai merah besar.

“Untuk wilayah Jawa–Bali dibanding pekan lalu, harga rata-rata cabai merah keriting naik 12,6 persen menjadi Rp27.000/kg dengan harga tertinggi di DKI Jakarta Rp 35.200/kg dan terendah di Jawa Tengah Rp21.700/kg,” kata Lutfi saat konferensi pers hasil evaluasi dan pemantauan Kementerian Perdagangan selama penerapan PPKM Darurat dan PPKM Level 4 periode 3–25 Juli 2021, Selasa (27/7).

Sementara harga rata-rata cabai merah besar naik 12,3 persen menjadi Rp26.300/kg dengan harga tertinggi di DKI Jakarta Rp37.100/kg) dan terendah di Bali Rp14.400/kg). Kemudian, harga rata-rata cabai keriting naik 5,5 persen menjadi Rp38.500/kg, cabai merah besar naik 9,7 persen menjadi Rp37.300/kg, dan bawang merah naik 3,7 persen menjadi Rp33.300/kg.

“Kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca ekstrem di beberapa sentra produksi seperti di Jawa Timur. Dalam tiga minggu terakhir, panas yang cukup tinggi merontokkan bunga cabai sehingga menyebabkan masa panen tertunda,” ujarnya.

Di sisi lain, harga rata-rata bawang merah naik 8,2 persen menjadi Rp32.900/kg dengan harga tertinggi di DKI Jakarta Rp37.500/kg dan terendah di DI Yogyakarta Rp28.750/kg. Secara nasional, kondisinya juga hampir sama. Selanjutnya, harga rata-rata bawang merah naik 8,2 persen menjadi Rp32.900/kg dengan harga tertinggi di DKI Jakarta Rp37.500/kg dan terendah di DI Yogyakarta Rp28.750/kg. Secara nasional, kondisinya juga hampir sama.

Mendag menjelaskan, menurut Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Wilayah Jawa Timur, pasokan cabai akan kembali normal pada Agustus 2021 mendatang. “Sedangkan untuk bawang merah, kenaikan harga terjadi akibat tertundanya musim tanam di daerah sentra produksi,” imbuhnya.

Berdasarkan perkiraan Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) pada Agustus 2021 harga bawang merah akan mulai kembali turun karena adanya potensi panen di beberapa sentra produksi seperti Brebes, Solok, Bima, Probolinggo, dan Nganjuk.

Kendati begitu, hasil pantauan Kementerian Perdagangan di 216 pasar pada 90 kabupaten/kota di 34 provinsi melalui koordinasi dengan dinas provinsi, dan dinas kabupaten/kota yang membidangi perdagangan menunjukkan secara umum bapok tersedia secara cukup bagi masyarakat dengan harga relatif terkendali

“Harga cabai dan bawang merah cenderung naik, namun dengan mulai meningkatnya panen dari sentra produksi pada Agustus mendatang diharapkan bisa meredam kenaikan harga tersebut,” pungkasnya.

 

sumber : merdeka.com