Kawah Siglagah Dieng Semburkan Lumpur, PVMBG Imbau Warga Tak Mendekati Area

[Klikindonews.com] BANDUNG,  – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengimbau masyarakat tidak mendekati dan beraktivitas di sekitar area Kawah Siglagah, Gunung Dieng, Dusun Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Hal itu dilakukan pascaterjadinya semburan lumpur di kawahSiglagah pada Jumat (30/7/2021).

Kepala PVMBG Andiani, imbauan agar masyarakat menjauh dari kawah tersebut  untuk menghindari ancaman semburan lumpur dan gas vulkanis konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa. Mengingat sifat dan karakteristik kawah-kawah yang ada di Kompleks Gunung Dieng, di mana saat ini potensi kearah erupsi freatik.

“Di Kawah Siglagah masih bisa terjadi erupsi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan. Potensi ancaman bahaya berupa semburan material lumpur di sekitar kawah,” kata dia dalam keterangan resminya, Minggu (1/8/2021).

Kendati begitu, dia mengatakan, Kawah Siglagah pasca semburan lumpur, secara visual maupun instrumental tidak teramati gejala yang mengindikasikan perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya. Tingkat aktivitas G. Dieng ditetapkan pada Level I (Normal).

Data pengamatan dan pemeriksaan kawah Siglagah secara langsung di lapangan pada bulan Juli 2021, teramati hembusan gas berwarna putih tipis hingga tebal. Tekanan gas lemah hingga kuat, tinggi kolom hembusan gas 10 – 30 meter. Suara hembusan gas terdengar sedang hingga kuat.

Sementara pada tanggal 31 Juli 2021 terdengar suara dentuman lemah hingga sedang serta semburan lumpur sepanjang kurang lebih 10 meter ke arah utara dan tinggi kurang lebih 1 – 3 meter.

Sedangkan rekaman kegempaan tanggal 1 hingga 30 Juli 2021 terdiri dari Gempa Tektonik Jauh sebanyak 12 kali, Tektonik Lokal sebanyak 34 kali, dan Vulkanik dalam (VA) sebanyak 12 kali.

Semburan yang terjadi pada 30 Juli 2021 di Kawah Siglagah tidak didahului oleh kenaikan gempa-gempa vulkanik yang signifikan, menandakan tidak adanya suplai magma keperrmukaan. Semburan yang terjadi lebih diakibatkan oleh over pressuredan aktivitas permukaan.

 

Sumber : inews.id