Kejari Dalami Kasus Dugaan Korupsi Dinas Damkar Depok

[Klikindonews.com],  — Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok tengah mendalami kasus dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan pihaknya saat ini mengumpulkan berbagai informasi ihwal dugaan korupsi tersebut.

“Telah melakukan pengumpulan data dan informasi sekitar akhir bulan Maret setelah ada pemberitaan di media online lokal kota Depok,” kata Herlangga dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Terkait dugaan korupsi itu, kata Herlangga, pihaknya telah meminta keterangan dari pihak terkait untuk menggali informasi tentang dugaan korupsi.

“Beberapa pejabat di Damkar telah dimintai klarifikasi untuk memperoleh informasi dan keterangan terkait pengadaan sepatu tersebut,” tuturnya.

Herlangga menuturkan pihaknya juga telah menerima laporan secara resmi dari masyarakat tentang kasus dugaan korupsi itu pada awal April. Ia memastikan pihak Kejari Depok telah menindaklanjuti.

Sebelumnya, dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok pertama kali diungkap seorang personelnya, Sandi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan korupsi itu salah satunya terkait pengadaan sepatu tahun 2018 yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Lalu, sejak tahun 2019, para personel juga tak lagi mendapatkan baju pemadam kebakaran. Padahal, setiap tahun selalu dianggarkan untuk pengadaan baju pemadam kebakaran.

Selain itu, para personel damkar juga mengalami pemotongan insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Dari yang semula sebesar Rp1,7 juta, dipotong menjadi Rp850 ribu.

Sandi sendiri mengaku mendapat ancaman usai menyerukan dugaan korupsi tersebut. Tak hanya dirinya, kata Sandi, ancaman itu juga diterima oleh rekan kerjanya yang lain.

“Karena saya bongkar jadi imbas ke anggota yang lain, sudah ada pengancaman ke anggota lain,” kata Sandi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/4).

Sementara itu, Polres Metro Depok juga telah melakukan klarifikasi kepada Kepala Dinas Damkar Depok Gandara terkait dugaan korupsi tersebut pada Senin (12/4).

“Ya diundang untuk klarifikasi itu aja,” kata Kasubbag Humas Polres Metro Depok, AKP Ely.

 

sumber : cnnindonesia.com