Wanita Pengirim Sate Beracun Ditangkap di Yogyakarta

[Klikindonews.com] Yogyakarta,  — Jajaran Satreskrim Polres Bantul menangkap wanita pengirim sate beracun di Yogyakarta. Naba Faiz, warga warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, tewas setelah memakan sate beracun itu pada Minggu (24/4) lalu.

NA (25), seorang perempuan asli Majalengka, Jawa Barat, kini telah resmi ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

“Setelah penyelidikan selama empat hari kemudian kita bisa mengerucut pada satu calon tersangka yang bisa kita amankan pada hari Jumat,” kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria saat konferensi pers di Polres Bantul, Bantul, Senin (3/5).

“NA berprofesi sebagai pekerja swasta,” sambung Burkan.

NA diamankan di Potorono, Banguntapan, Bantul bersama serangkaian barang bukti. Antara lain satu unit handphone, satu helm merek INK, sepasang sandal jepit, satu buah plastik kresek putih berisi enam tusuk sate dan lontong bercampur saus kacang, serta kardus lain berisi snack.

Selain itu ada pula dua unit sepeda motor matic yang diduga dipakai tersangka saat menitipkan paket ke Bandiman, ayah Naba Faiz.

“Kami juga mengamankan Rp30 ribu yang digunakan membayar Bapak Bandiman,” lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, Naba Faiz (10) meninggal dunia usai menyantap sate beserta bumbu yang dibawa oleh ayahnya, Bandiman.

Sang ayah yang berprofesi sebagai pengemudi ojol itu memperoleh makanan tersebut dari seseorang di Kasihan, Bantul, yang menolak kiriman sate bumbu tersebut.

Bandiman sendiri sebelumnya diminta mengirimkan paket itu dari seorang perempuan tak dikenal yang ditemuinya di salah satu masjid sekitaran Stadion Mandala Krida, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu. Si perempuan memesan jasa pengiriman secara manual atau tanpa melalui aplikasi.

Perempuan misterius tersebut juga sempat menyampaikan kepada Bandiman, bahwa paket itu merupakan makanan takjil. Sosok pengirimnya, menurut sang perempuan, adalah ‘Hamid dari Pakualaman’.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap bumbu sate yang dikonsumsi Naba Faiz mengandung racun jenis C.

Menurut Ngadi, racun jenis C ini mudah diperoleh di masyarakat. Bentuknya cair dan padat.

“Hasil sementara positif mengandung racun jenisnya C. Itu di bumbu sama sate yang ada bumbunya. Jadi intinya di bumbu. Secara resmi belum dapat tembusan (hasil lab) tapi kita sudah dapatkan hasilnya,” kata Ngadi, Kamis (29/4).

 

sumber : cnnindonesia.com